Skip to main content

Misteri Cerita Paling Seram menghantui sosok hantu

Sekitar September jika tidak ada yang ingat suasa kampung halaman saya sangat, sangat tegang karena isu pembantaian oleh sekelompok ninja bersenjata. Pada waktu itu saya masih duduk di kelas 2 SMA di mana usia saya masih sangat senang-senengnya berjalan malam.

Meskipun Ma di rumah sudah memperingatkan sebelum 9 harus memiliki ke rumah, tapi karena saya keras kepala sehingga biasanya kurang mengabaikan saran dari Ma. Bahkan pada waktu itu karena saya sampai di rumah Minggu malam demi malam dilarutkan bermain dengan teman sekelas. Sekitar 11 Saya menggeber motor Force1 melalui sawah untuk kembali ke rumah.
Sebenarnya saya hanya bisa pulang dengan Ridwan yang rumahnya tidak begitu banyak ke rumah saya, tapi karena pertimbangan dari cara saya melalui sawah lebih cepat sehingga saya memilih untuk berpisah dengan Ridwan ketika mereka tiba di persimpangan di sebelah pusat kesehatan terutama mengingat pointer bahan bakar di speedometer terjebak di bagian bawah merah Strip.

Setibanya di jembatan yang menghubungkan ke Desa lampu sepeda motor yang jauh sosok hitam saya dengan tubuh besar tinggi tapi sedikit membungkuk seperti orang yang sedang bersiap-siap untuk menerkam sesuatu. Ups dag dig menggali rasanya seperti hatiku hanya akan jatuh, aku merasa seperti U-turn, tapi apa bensin daya tipis dan jika saya dipaksa bahwa ada bahkan mogok di bidang tengah berpikir sendiri.

harapan saya untuk malam yang baik pergi, pikiran tentang sosok seorang ninja baru adegan-hebohnya misterius dibahas warga Jawa Timur langsung membuat hati saya tenggelam. keringat dingin dan gemetar memukul seluruh tubuh saya. "Lulus Riwayatku" Saya berpikir saat menyalahkan diri sendiri karena mengabaikan saran dari Ma.

Namun demikian jarak sepeda dan sosok hitam yang kemudian saya tahu hantu menghantui sekitar 5 langkah, makhluk itu tiba-tiba berubah menjadi asap putih mengepul dan pergi menjulang ke langit. Allohu Akbarrr ..... aku menangis saat mesin gas untuk mengabaikan jalanan berlubang.

Terima kasih Tuhan, hati saya akhirnya mulai membangkitkan, rasanya sangat lega ketika ia melihat sekelompok penduduk desa berkumpul di pos jaga. Di tempat yang saya punya cerita untuk teman-teman dan hampir semua orang di sana tentang peristiwa yang baru saja terjadi padaku.

Ternyata menurut penuturan tetua desa Saya pikir itu hantu akrab menghantui sebelumnya disebut "Mbah Bendo" karena diyakini menjadi penjaga Bendo pohon yang digunakan untuk menjadi di sebelah jembatan yang saya pergi melalui sebelumnya.

Ahhh setelah berbasa-basi dan bilang aku akhirnya pergi ke rumah sekitar 12:00 dan beralasan Puluk emak menjadi terlambat untuk berhenti di pos jaga di warga lainnya hehe.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar